Thursday, October 10, 2019

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI TUGAS 1


TUGAS 1

AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI





Disusun oleh :

Fardan Alghipari
12116630








Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2019
           

           1.      Jelaskan perbedaan masing - masing auditor berdasarkan jenis - jenis auditor.
          Auditor Internal (Internal Auditor)
Auditor internal adalah auditor yang dipekerjakan oleh suatu entitas usaha dan bekerja untuk perusahaan tersebut. Auditor internal hanya memeriksa dokumen – dokumen keuangan internal yang diberikan oleh pihak – pihak manajemen dalam ruang lingkup yang terbatas. Auditor internal juga membantu perusahaan untuk meningkatkan akurasi data keuangan mereka dan menghindari masalah hukum atau keuangan.

          Auditor Independen (Independent Auditor)
Auditor independen adalah auditor eksternal yang pada umumnya merupakan anggota kantor akuntan publik yang memberikan jasa audit profesional untuk masing – masing klien. Di luar negeri sebutan auditor independen adalah CPA. Auditor independen haruslah benar – benar independen yang tidak dipengaruhi oleh pihak – pihak manapun.

          Auditor Pemerintah (Government Auditor)
Auditor pemerintah adalah auditor yang bekerja pada sektor – sektor pemerintahan. Auditor pemerintah pada umumnya meninjau keuangan dan praktek lembaga – lembaga pemerintahan. Hasilnya akan dijadikan acuan dalam membuat dan mengelola beberapa kebijakan dan anggaran.

          Auditor Forensik (Forensic Auditor)
Auditor forensik adalah auditor yang mempunyai spesialisi dalam tindakan kriminal keuangan. Biasanya mereka memeriksa beberapa dokumen yang terkait dengan tindakan kriminal seperti kejahatan perbankan, fraud, money laundry, serta melacak uang yang diguankan untuk mencari tahu di mana uang itu berasal dan dimana uang itu tersimpan.

2.      Cari tau standar profesi auditor SI dan jelaskan organisasi yang mengeluarkan standar tersebut.
Standar auditor SI tidak lepas dari standar profesional seorang auditor SI. Standar profesional adalah ukuran mutu pelaksanaan kegiatan profesi yang menjadi pedoman bagi para anggota profesi dalam menjalankan tanggung jawab profesinya. Standar profesional adalah batasan kemampuan (knowledge, technical skill and professional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seseorang individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang aturan – aturannya dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan. Beberapa standar audit SI yang biasa digunakan adalah sebagai berikut :
         ISACA : IT Standards, Guidelines, and Tools and Techniques for Audit and Assurance and Control Professionals.
          IIA : International Professional Practices Framework / IPPF.
          IASII : Standar Audit Sistem Informasi.
          BI : Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank / SPFAIB.
          BPPT : Framework, Kode Etik & Standar, Pedoman Umum Audit Teknologi.

 3.     Menurut anda seberapa penting audit TI dan SI perlu dilakukan terhadap suatu organisasi.

Dalam hal proses data menjadi suatu informasi merupakan sebuah kegiatan dalam organisasi yang bersifat repetitif sehingga harus dilaksanakan secara sistematis dan otomatis. Dengan demikian, sangat diperlukan adanya pengelolaan yang baik dalam sistem yang mendukung proses pengolahan data tersebut. Dalam sebuah organisasi tata kelola sistem dilakukan dengan melakukan audit. audit sistem informasi merupakan tinjauan pengendalian umum dan aplikasi untuk menilai pemenuhan kebijakan dan prosedur pengendalian internal serta keefektivitasannya untuk menjaga asset.




AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI


AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI


Disusun Oleh :

Desi Natalia                            (11116835)
Fardan Alghipari                    (12116630)
Marliana Dwi                          (14116274)
Ridwan Fajar                          (16116355)
                                                Rizki Ferditama                      (16116564)

Kelas : 4ka24




Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2019



Pengertian audit sistem informasi (menurut pendapat Ron Weber(1999, p.10)) adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi bukti untuk menentukan kemampuan sistem komputer dalam melindungi aset, merawat integritas data, mencapai tujuan organisasi dan menggunakan sumber daya dengan efisien.

1        Ruang lingkup audit system informasi

Ruang lingkup meliputi audit terhadap sistem informasi penjualan, yang dimulai dari bagian marketing menerima order sampai pembuatan laporan penjualan. Sedangkan pengendalian terhadap prosedur dan pelaksanaan sistem informasi terbagi menjadi dua bagian yaitu :

·       Pengendalian Umum (General Control) meliputi Pengendalian manajemen keamanan dan Pengendalian manajemen Operasi.
·       Pengendalian Aplikasi (Aplication Control) meliputi Pengendalian Boundary, Pengendalian Input dan Pengendalian Output.
·       Tujuan Pelaksanaan Audit

Tujuan dari pelaksanaan audit adalah untuk me-review dan mengevaluasi keandalan pengendalian internal yang dilaksanakan terhadap sistem informasi yang berjalan dalam perusahan khususnya pada bagian penjualan. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai dari audit system informasi penjualan,  mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan audit untuk menentukan keandalan sistem, keefektifan prosedur dan kebijakan, serta perlindungan terhadap asset perusahaan.

·       Instrument Audit
Pengumpulan bukti diperoleh dari pihak yang terkait dengan materi audit seperti Direktur, bagian operasional, bagian marketing, bagian accounting. Bukti-bukti dikumpulkan dengan menggunakan intrumen audit sebagai berikut :



·       Observasi (Pengamatan)
Dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap perusahaan dan sistem informasi yang terkait dengan penjualan untuk mendapatkan gambaran umum tentang perusahaan tersebut.

·       Wawancara
Melakukan Tanya jawab secara langsung dengan pihak terkait untuk mendapatkan gambaran secara rinci mengenai siklus penjualan yang ada serta prosedur dan tatalaksana sistem informasi penjualan yang dijalankan setiap hari.

·       Kuesioner
Dengan menyebarkan pertanyaan kuesioner kepada karyawan yang berkaitan dengan sistem informasi penjualan. Kuesioner disebarkan langsung secara terbuka.

2       Jenis-jenis kontrol dan audit sistem informasi

Jenis-jenis audit sistem informasi, diantaranya :

·       Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efektifitas dengan semua sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan tugas, cakupannya meliputi kesesuaian praktik dan prosedur dengan peraturan yang ditetapkan.
·       Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.
·       Project manajement and change control audit, (dulu dikenal sebagai suatu pengembangan sistem audit) terkonsentrasi oleh efesiensi dan efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.
·       Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal.
·       Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.
·       Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggungjawab.

Jenis – jenis kontrol sistem informasi dibagi beberapa bagian, diantaranya:
1.        Kendali pencegahan (preventive control)
Kendali pencegahan adalah suatu langkah pencegahan yang diambil sebelum keadaan darurat, kehilangan atau masalah yang terjadi.
Contohnya :
·       Melindungi uang kas dari pencurian dan penyalahgunaan mulai saat diterima sampai disetorkan ke bank.   
2.        Kendali detektif (detective control)
Kendali detektif adalah untuk menemukan terjadinya kesalahan.
Contohnya :
·       laporan uang kas bank.
Misalkan dalam melakukan transaksi pada saat diterima sampai disetorkan kebank. kemudian bank tersebut akan memeriksa perhitungan saldo setiap bulannya. 
3.        Kendali koreksi (corrective control)
Kendali koreksi adalah proses yang dibuat secara khusus untuk memperbaiki kesalahan data yang  mengakibatkan gangguan jaringan atau komunikasi.

3          Tujuan kontrol dan audit sistem informasi.

Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber (1999:11-13) secara garis besar yaitu:

Pengamanan Aset
Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian internal yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Menjaga Integritas Data
Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem informasi. Data memiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, kebenaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpelihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang benar bahkan perusahaan dapat mengalami kerugian.

Efektifitas Sistem
Efektifitas sistem informasi perusahaan memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user.

Efisiensi Sistem
Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.

Perlunya Kontrol & Audit
Faktor-faktor yang mendorong pentingnya kontrol dan audit sistem informasi (Weber, 1999, p.6) adalah antara lain untuk :

·       Mendeteksi agar komputer tidak dikelola secara kurang terarah
·       Mendeteksi resiko kehilangan data.
·       Mendeteksi resiko pengambilan keputusan yang salah akibat informasi hasil proses sistem komputerisasi salah/lambat/tidak lengkap.
·       Menjaga aset perusahaan karena nilai hardware, software dan personil yang lazimnya tinggi.
·       Mendeteksi resiko error komputer.
·       Mendeteksi resiko penyalahgunaan komputer (fraud).
·       Menjaga kerahasiaan.
·       Meningkatkan pengendalian evolusi penggunaan komputer.

4        Kerjasama dari auditor publik

Pada tanggal 5 November 2008 BPK RI dan Kerajaan Norwegia telah meneken Nota Kesepahaman (MOU) kerjasama audit sektor publik. Kedua pihak antara lain akan melakukan pertukaran pengalaman dan pakar audit.

Penekenan MOU tersebut dilakukan oleh Ketua BPK RI Anwar Nasution dengan Ketua BPK Norwegia Juergen Kosmo di Oslo dan dihadiri segenap eksekutif kantor BPK Kerajaan Norwegia dan staf  lainnya.

MoU tersebut antara lain memuat kesepakatan pertukaran pengalaman dan pakar audit serta penyelenggaraan proyek riset audit bersama. Selain itu juga diseminasi dan berbagi pengetahuan melalui konsultasi dan penyelenggaraan seminar tentang berbagai isu terkait dengan sektor publik. MOU ini akan berlaku selama dua tahun sejak diteken dan dapat diperpanjang atas persetujuan kedua belah pihak.

Anwar mengharapkan agar dengan ditandatanganinya MoU tersebut, auditor kedua negara dapat saling belajar, termasuk dalam upaya menangani berbagai kasus korupsi, penggelapan pajak, masalah privatisasi BUMN, dan isu audit yang menyangkut lingkungan hidup serta kesehatan.


KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan sebelumnya, maka kesimpulan dari pembahasan ini yaitu audit sistem informasi adalah proses mengumpulkan dan mengevaluasi bukti untuk menentukan kemampuan sistem komputer dalam melindungi aset, merawat integritas data, mencapai tujuan organisasi dan menggunakan sumber daya dengan efisien.
Jenis audit sistem infromasi dibagi beberapa bagian, diantaranya : operational audit, Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, Project manajement and change control audit, Internal control audit,  Financial audit, Fraud audit.
Dan Bukti-bukti yang dikumpulkan dalam instrument audit, diantaranya : observasi, wawancara, dan kuesioner.

Daftar pustaka :





Sunday, June 23, 2019

Prinsip dan fungsi dasar animasi


Dalam teori animasi, terdapat 12 prinsip animasi. Prinsip animasi pertama kali diperkenalkan oleh animator dari walt DisneyStudios,yaitu frank thomas dan ollie johnston.
Kali ini saya akan membahas prinsip-prinsip animasi, melalui cuplikan video dari One punch man Season 2 Episode 5

Source youtube : https://www.youtube.com/watch?v=SnfeyvdW1BQ


 

Didalam episode 5 ini memiliki beberapa karakter, diantaranya :
  1. Saitama
karakter saitama mengambarkan seorang manusia biasa berkepala botak yang mempunyai kekuatan dan kecepatan yang luar biasa , ia bisa mengalahkan lawan nya hanya dengan satu pukulan.
  1. Genos
sedangkan karakter genos mengambarkan sesosok manusia setengah robot , ia merupakan satu satunya murid saitama.
Prinsip Animasi :


  • Solid drawing dan appeal
yaitu bisa kita lihat dari sisi pembuatan sketsa dan daya tarik pada tiap-tiap karakter

  • Straight ahead dan Pose to pose
prinsip yang wajib agar dapat digunakan dalam proses menggerakan karakter saat melakukan proses animasi secara manual, dalam pendekatan pose to pose metode ini menawarkan perencanaan dan kejelasan dalam proses animasi

  • Follow Through and Overlapping Action


Pada menit 1:53/1:57 , Saitama yang berada di depan Genos bergerak ke arah berputar untuk menghindari serangan dari genos kemudian berhenti secara tiba tiba tepat di belakang Genos.

  • Anticipation
Anticipation adalah persiapan sebelum aksi, yang diikuti oleh sebuah aksi kemudian penyelesaian aksi tersebut. saitama, awalnya melakukan gerakan awalan degan mengambil kuda kuda untuk menyerang balik Genos dengan 1 pukulan.

  • Appeal (Daya Tarik)
Semua karakter harus memiliki daya tarik apakah mereka heroik, jahat, horor atau lucu. Saitama memiliki daya tarik yang kuat dengan kekuatan super yang dia punya dan pembawaan karakter yang funny membuat penonton geregetan dengan adegan konyol dia adegan ini yang mengeluarkan daya tarik tersendiri terhadap animasi ini.

  • Timing
Berbagai waktu lambat dan cepat dalam adegan menambahkan tekstur dan menarik bagi gerakan. Juga, ada waktu dalam akting dari karakter untuk membangun suasana hati, emosi, dan reaksi terhadap karakter lain atau situasi. Pada menit 1:15 Terlihat gerakan yang agak kasar terjadi pada Genos yang bergerak cepat karena adanya scene dimana Genos mengejar Saitama.

  • Exaggeration (Gerakan Berlebihan)
Berlebihan tidak distorsi ekstrim dari gambar atau sangat luas, aksi kekerasan sepanjang waktu. Itu seperti karikatur fitur wajah, ekspresi, pose, sikap dan tindakan. Pada menit 1:15 Genos melakukan gerakan yang berlebihan karena adanya scene dimana Genos mengejar Saitama.

  • Secondary Action
Merupakan gerakan menambah dan memperkaya gerakan utama. Secondary action ini dialami oleh Genos yang menunjukkan kepanikan, sehingga dengan kepanikannya muncul beberapa gerakan cekatan yang dimiliki Saitama untuk menghentikan pukulan tersebut terhadap Genos.

Thursday, December 6, 2018

Kesimpulan Kecerdasan Buatan


Sistem Cerdas merupakan bagian dari bidang Artificial Intelligence sebuah Rekayasa Cerdas untuk pengembangan berbagai metode bekemampuan tinggi yang diilhami oleh fenomena alam untuk menyelesaikan berbagai masalah kompleks di dunia nyata.
Bidang minat sistem cerdas (SC) mempersiapkan dan menjawab kebutuhan akan tenaga-tenaga kerja profesional di bidang sistem cerdas yang mampu menghasilkan sistem dan perangkat lunak berbasis algoritma cerdas, baik inter maupun multi disipliner. Dengan kemampuan analisis dan teknis sehingga menghasilkan karya innovatif dan teruji, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Artificial Intelligence (AI) kini telah menjadi bagian dalam keseharian kita. Walaupun mungkin masih butuh bertahun-tahun untuk bisa merasakan seorang asisten robot yang membantu pekerjaan kantor kita, tetapi AI kini telah memiliki dampak yang cukup signifikan di berbagai lini kehidupan kita.
          Ramalan cuaca, penyaring e-mail spam, prediksi di mesin pencari, sampai Siri dan Cortana, adalah beberapa contoh dari penggunaan AI di keseharian kita. Apa yang menjadi kesamaan pada sejumlah teknologi tadi adalah algoritma khusus yang memungkinkan teknologi ini dapat bereaksi serta merespon secara real time.
Karakteristik
  1. Memiliki fasilitas informasi yang handal.
  2. Mudah dimodifikasi.
  3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
  4. Memiliki kemampuan untuk belajar dan beradaptasi.
  5. Berkerja secara sistematis berdasarkan pengetahuan dan mekanisme tertentu.


Definisi agen cerdas


Agen cerdas (Artificial Intelligence) adalah sebuah agen yang menerima persepsi dari lingkungan dan melakukan tindakan.Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kecerdasan buatan sehingga agen tersebut dapat berpikir dan bertindak selayaknya manusia (atau mungkin lebih baik dari pikiran manusia). Umumnya digunakan untuk membuat agen yang dapat mengambil tindakan, memiliki kecerdasan, dan bisa memahami keputusan terhadap kondisi permainan yang dinamis.
Konsep Agen Cerdas.
  1. Agen menerima (percept) sensor dari lingkungan. Keseluruhan percept yang diterima agen pada suatu selang waktu disebut percept sequence.
  2. Sedangkan pada agen robot: kamera dan inframerah untuk sensor, dan lengan, serta berbagai motor sebagai aktuator.
  3. Agen adalah segala sesuatu yang dapat dipandang sebagai entitas pada suatu lingkungan yang mengamati melalui alat sensor dan bertindak melalui alat aktuator.
  4. Sebagai perbandingan, agen manusia memiliki alat sensor: mata, telinga, dan organ sensor lainnya; alat actuator: tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lain sebagai alat gerak.

Contoh Agent Cerdas
Contoh agent :



Contoh yang pertama yaitu, robot pengambil suku cadang merupakan sebuah agent robot yang membantu mengambil sukucandang
Performance Measure : Persentase suku cadang di tempat yang benar
Environment                : Sabuk konveyor, tempat pengumpulan suku cadang
Actuator                       : Lengan dan tangan robot
Sensor                         : Kamera, sensor di lengan robot


Phrasal Verb